Sunday, November 23, 2014

HUKUM MENARIK KEMBALI PEMBERIAN

Pemberian yg sudah diberikan dan sudah diterima , tidak boleh ditarik kembali karena yg seperti itu bagaikan anjing yg menjilat muntahnya sendiri. Perumpamaan ini dinyatakan Nabi s.a.w., sebagaimana Ibn. Abbas r.a. meriwayatkan , maksudnya:
" Orang yg meminta kembali barang yg diberikannya, adalah seperti anjing yg muntah kemudian dijilat kembali muntahannya itu". Riwayat Bukhari.
Terkecuali jika pemberian itu adalah pemberian ibu-bapak kepada anaknya, sebagaimana Nabi s.a.w. bersabda diriwayatkan oleh ibn. Umar r.a. maksudnya : "Tidak halal bagi seorang muslim yg telah memberikan sesuatu, lalu meminta kembali pemberiannya itu kecuail pemberian bapa kepada anaknya". Riwayat Bukhari

Penarikan balik antara ibu bapak dan anaknya
Ibu  /bapak yg meminta kembali pemberian yg telah diberikan kepada anaknya halal apabila barang yg diberikan masih ada di dalam milik anaknya. Apabila barang itu sudah berpindah tangan misal dijual, maka tidak boleh diminta kembali. Ibu bapak boleh meminta kembali barang yg telah diberikan kepada anaknya apabila mereka sedang membutuhkan. Mengenai masalah ini Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa nabi s.a.w. bersabda maksudnya:
"Sebaik-baik usaha seorang lelaki ialah daripada nak lelakinya, oleh karena itu kamu ambillah daripada harta mereka itu(anak-anakmu itu)" Riwayat Ahmad.


Ibu bapak berhak atas harta anaknya
Diceritakan bahwa seorang lelaki mengadu kepada Rasulullah s.a.w. bahwa bapaknya sering mengambil harta miliknya di luar pengetahuannya. Lalu Rasulullah s.a.w. memanggil bapak lelaki itu untuk mendengar dan mendapatkan keterangan. Bapak lelaki itu mengadukan,katanya:
"Bahwa saya tidak memungkiri telah mengambil sebagian harta anak saya itu. Semasa saya muda dulu, saya selalu menjaga dan merawat anak saya yg sering sakit sehingga saya juga ditimpa sakit. Sekarang saya telah tua, sepatutnya dia mengambil beban diri saya seperti saya telah lakukan merawat dia semasa kecil dahulu.Saya mengambil hartanya untuk keperluan ibunya dan saya yg telah tua. Wahai anak!jika kamu tidak sudi menjaga aku sebagai seorang bapak, anggaplah aku sebagai tetanggamu, karena setidaknya kamu masih berkewajiban mengambil tahu tetanggamu itu".
Setelah Rasulullah s.a.w. mendengar penjelasan dari bapak lelaki itu. Baginda bersabda kepada lelaki itu, maksudnya:"Sesungguhnya dirimu dan hartamu adalah untuk bapakmu".

Thursday, May 23, 2013

taubat

Taubat: identik dengan sadar.Orang bertaubat berarti orang yang telah sadar akan kekhilafannya. Ia telah memohon ampunan kepada Tuhannya mengutarakan kekhilafannya yang selama ini ia perbuat tanpa menyalahkan siapapun.

Tanda-tanda orang yang telah sadar/ orang yang bertaubat: sadar akan kekurangannya, tidak memandang kesalahan orang lain namun ia melihat ke dirinya dahulu. Bila memandang suatu perkara ia akan lebih dulu mengoreksi dirinya sendiri tidak memandang cacat orang lain terlebih dahulu. Orang yg telah bertaubat sadar akan kesalahannya tanpa membenci orang lain sesamanya (sesama muslim terutama).Orang yg telah bertaubat tidak mengulangi kesalahan.

Jadi belum sempurna taubat kita bila kita masih berpikir bahwa perbuatan salah anda dipicu atau gara-gara orang lain. Tidak berpikir seperti tersebut tadi membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak dan kita mau tak mau harus menggunakan akal-pikiran dan budi pekerti kita untuk menghindari pengaruh buruk yang memungkinkan kita berbuat dosa.

BERUSAHA- SABAR- PASRAH


Judul diatas bukanlah sekedar symbol kepasrahan... namun bertahannya manusia sebagai makhluk Tuhan  setelah ia berusaha dengan segala daya upayanya.

SABAR...
Sabar bukanlah kepasrahan belaka namun ini adalah masa menunggu setelah kita mengusahakan apa yang kita cita-citakan.
Dalam perjalanan hidup kita ada kalanya kita harus menunggu dan bersabar untuk apa yang kita inginkan terwujud setelah kita berusaha semaksimal upaya kita.
Sambil melakukan apa saja kita bisa melewatkan masa menunggu kita, dan yg pasti sambil terus berdoa.

PASRAH...
Dalam kesabaran kita juga perlu memasrahkan diri kita hanya kepada Tuhan...percaya bahwa Tuhan tak akan tidur melihat kita yg telah berusaha dan bersabar untuk mendapatkan apa yg kita cita-citakan.
Pasrah.....kepada Tuhan berarti percaya bahwa Tuhan akan memberikan yg terbaik buat kita .. bila kita mengerti, memahami dan mensyukurinya tentulah berarti kita akan mendapatkan kesempurnaan .



 

berprasangka baik

Berprasangka baik berlawanan dengan berburuk sangka.
Apa sebenarnya dampak buruk sangka:
- membuat diri kita membenci orang lain
- khawatir
- membuat cara berpikir kita tidak bersih
- menambah musuh/ merasa dibayangi musuh
- memancing kita melakukan perbuatan yg tdk benar

Keuntungan berprasangka baik:
- Kita akan selalu menyayangi orang lain
- Kita akan merasa dilindungi orang lain/ merasa orang lain memberuntungkan krn   kita selalu melindungi /memberi manfaat kpd orang di sekitar
- pikiran kita jadi tenang
- punya banyak teman ( teman lama maupun teman baru)
- logika kita akhirnya berjalan sesuai kenyataan
- Kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yg tidak benar

contoh kasus:
Bila cuma ada beberapa orang di sekitar kita....namun mereka berpaham jauh dari apa yg kita pahami. Dalam kasus ini kita adalah pendatang pd suatu kelompok. Bila kita berprasangka baik tetaplah bersikap baik agar kita tahu lebih banyak apa sebenarnya dibalik paham mereka. Karena kulit bisa tak sama namun tujuan, ide,prinsip, keyakinan sesama manusia pasti sama. Yg membedakan hanyalah situasi kehidupan yg susah dilihat begitu saja, tp kenalilah terlebih dulu. Itu saja dulu merupakan langkah awal yg baik...


Selanjutnya temukan sendiri dalam diri anda tentang dampak berprasangka buruk dan keuntungan berprasangka baik. Tulis bila perlu, camkan dan pilihlah yang terbaik bagi anda dan orang lain. Hindari berprasangka buruk sebisa mungkin.

Friday, March 29, 2013

Menyambut segera ketika dipanggil orang tua

Suatu hari saya menyiapkan makan segera setelah anak lelaki saya request. Setelah sepiring nasi siap, saya panggil-panggil tuh anak, nggak dengar karena pintu kamarnya ditutup.
Agak kesel juga, tapi pikiran saya jadi mengingat tentang ajaran agama agar kita segera menyambut panggilan orang tua dengan segera,bukannya mendiamkan dulu sampai kita siap. Misalnya:" ya..sebentar 5 menit lagi.." ,begitu setidaknya.
Insya allah bila sejak kecil anak2 dibiasakan berbuat demikian, bila besar tetap terbawa. Dan insya allah juga banyak manfaatnya bagi orang tua dan anak2 kita dengan menumbuhkan sikap/ kebiasaan demikian. Amin...